bali sebagai destinasi wisata yang siap bersaing di era globalisasi

bali sudah terkenal sebagai tempat wisata di seluruh dunia.bahkan jika turis ditanya apa yang merea tau soal bali pasti mereka berkata soal bali.Bali bisa seterkenal itu karena memiliki banyak budaya antara lain.

Tradisi perang pandan di Desa Tenganan Pegringsingan kabupaten Karangasem Bali, sangat terkenal sampai kemancanegara. Perang Pandan di Desa Tenganan, bagi masyarakat Bali dikenal dengan nama geret pandan. Namun masyarakat asli desa Tenganan menyebut tradisi geret pandan dengan sebutan Mekare-Kare. Tradisi perang pandan di desa Tenganan Pegringsingan bukan hanya sekedar pertunjukan tradisional, tetapi bagian dari budaya asli Bali dan ritual masyarakat desa Tenganan. Dengan mengadakan ritual perang pandan, penduduk desa Tenganan meyakini akan terhindar dari hal buruk.
Pada saat ritual Perang Pandan di desa Tenganan Pegringsingan, dua pemuda desa akan bertarung dalam sebuah arena. Tiap pemuda akan membawa seikat daun pandan dengan panjang kurang lebih 30 cm yang digunakan sebagai senjata. Peserta juga membawa sebuah perisai. Pada saat pertarungan dimulai, kedua pemuda akan menyerang satu sama lain dengan menggosok daun pandan berduri di punggung lawan mereka. Tentunya akan menyebabkan luka baret pada bagian punggung peserta. Ada yang berani mencoba? Kalau saya enga berani!
Jika Anda ingin menyaksikan ritual Perang Pandan, datanglah ke desa Tenganan Karangasem pada pertengahan bulan Juni. Ritual perang pandan di desa Tenganan Pegringsingan biasanya diadakan selama dua hari berturut-turut. Setiap orang yang berkunjung diperkenankan untuk untuk menonton ritual Perang Pandan. Selain itu tidak ada biaya tiket alias gratis.
Karena ritual Perang Pandan adalah acara keagamaan dan bagi masyarakat lokal dianggap sakral, sebaiknya pada saat anda datang ke desa Tenganan untuk menonton perang Pandan mengenakan pakaian tradisional Bali. Seperti mengenakan kain sarung dan selendang yang diikat dipinggang, walaupun tidak wajib. Karena antusias wisatawan yang liburan di Bali untuk menonton tradisi Perang Pandan, maka jumlah penonton akan sangat banyak. Maka itu, sebaiknya anda datang lebih awal untuk mendapatkan tempat menonton yang nyaman dan cari tempat yang agak tinggi. Selain itu, tidak ada kursi untuk menonton, jadi siap-siap untuk berdiri agak lama.
Bali sebagai tempat wisata identik dengan keunikan seni dan budaya, salah satunya adalah objek wisata Pura. Saat liburan di Bali anda akan melihat banyak pura, dari ukuran yang kecil sampai pura yang besar. Namun ada satu pura di Bali yang lokasinya sangat unik, yaitu pura Ulun Danu yang berada di Danau Beratan Bedugul.
Tidak hanya pada keunikan lokasi pura Ulun Danu, lokasi pura yang berada didataran tinggi membuat udara sejuk selalu terasa walaupun pada siang hari. Karena keunikan dari lokasi pura Ulun Danu di Danau Beratan Bedugul membuat foto pura Ulun Danu Beratan selalu terlihat di media promosi pariwisata Bali. Objek wisata Pura Ulun Danu Beratan, bagi wisatawan yang liburan ke Bali selalu menjadi destinasi wisata Bali yang wajib dikunjungi.

pertanyaan nya sekarang apakah bali siap untuk menhadapi era global?dapatkah bali tetap mempertahan kan eksistensi nya?apakah bali tetap dapat mendatangkan turis dengan berbagai budaya nya?

Pengembangan pariwisata  Bali ke depan harus tetap mempertahankan budaya dalam menghadapi era globalisasi. Bahkan Bali tidak berlebihan dikatakan sebagai jantung pariwisata Indonesia yang akan menyelamartkan dan menjadi kekuatan menghadapi serbuan globalisasi.

Mantan Menpora di era orde baru Hayono Isman mengatakan, masyarakat Bali tentunya sepakat agar budaya tetap dipertahankan sebagai identitas dan benteng dalam memfilter budaya asing.

“Budaya  Bali  jadi benteng kekuatan Indonesia hadapi era globalisasi,“ tutur Hayono Isman di Denpasar, Rabu (19/2/2014).

Karenanya, dia sependapat untuk memastikan bahwa  pariwista budaya harus menjadi nafas pengembangan pariwisata di Pulau Dewata. “Bali adalah pariwisata budaya bukan bukan pariwisata yang lain,“ tegasnya lagi.

Jadi, yang hendak dikembangkan Bali bukanlah pariwisaata Mall seperti Singapura. Pariwisata yang selalu menjaga faktor lingkungan. Lingkungan tidak bisa dilepaskan pula dari budaya masyarakat Bali. Jika lingkungan tidak terjaga dengan baik maka daya tarik dan kekuatan pariwisata di Bali akan hilang.

“Jangan sampai lingkungan yang menjadi kekuatan  pariwisata Bali digantikan pariwisata beton,“ tukas Hayono yang maju sebagai capres konvensi Partai Demokrat itu.

Hal penting dilakukan dalam menjaga lingkungan Bali dari kerusakan oleh pembangunan  adalah faktor penegakan hukum. Jika ada pelanggaran pembangunan hotel harus diambil tindakan tegas. Pemerintah daerah harus konsisten mengawal aturan dan mencegah pembangunan yang merusak lingkungan.

Jangan sampai lahan subur produktif dikurbankan untuk pembangunan akomodasi pariwisata seperti hotel atau vila. Apalagi, Indonesia menghadapi krisis lahan pertanian yang terus berkurang. Pengembangan pariwisata bukan mengandalkan fisik namun pariwisata yang berbasis agrowisata atau wisata alam.

Dalam pandangan akademisi Universitas Udayana Prof Dr I Gde Parimartha, Bali tidak hanya milik masyarakat setempat tetapi  juga kebanggan nasional. Bali memilki daya tarik pariwisata dengan  kearifan lokal yang senantiasa melekat pada budaya dan sikap keberagaman.

“Budaya Bali perlu diperhatikan seperti daerah lainnya sebagai puncak kebudayaan nasional. Berbagai kearifan lokal sangat luar biasa dan bisa menjadi contoh daerah lainnya“ imbuhnya.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started